Saturday, August 25, 2012

Sejarah Hidup Nabi Muhamad s.a.w. 6



Tanda-tanda kenabian (lanjutan)
Ketika sedang hamil mengandung bayi Muhammad, Aminah menyadari ada suatu cahaya ajaib yang memancar di dalam tubuhnya. Pada suatu hari cahaya itu bersinar terang benderang, kemudian ia mendengar suara, "Engkau mengandung seorang pemimpin seluruh umat, jika ia lahir katakanlah, 'Aku menyerahkan perlindungan anak ini kepada Tuhan Yang Satu, dari segala kejahatan orang-orang jahat.'"
Sesuai kebiasaan keluarga Arab perkotaan untuk mengirimkan anak-anak mereka ke daerah gurun untuk disusi hingga disapih. Hal itu berguna untuk perkembangan jasmani dan jiwa mereka, mengingat bahwa penduduk kota adalah sarang kecurangan, kemalasan dan hura-hura, yang siap setiap saat merenggut ketajaman penglihatan dan kewaspadaan manusia. Segala sesuatu membusuk disana termasuk keindahan berbahasa, sopan santun, suatu hal yang sangat menentukan kualitas manusia.
Cendekiawan dan penyair-penyair terkenal hampir selalu berasal dari suku-suku padang pasir, karena bahasa sehari-hari mereka memang puitis.
Beberapa suku pedalaman yang memiliki reputasi  baik dalam mengasuh dan menyusui anak secara periodik datang ke kota Mekah untuk menawarkan jasanya. Tersebutlah seorang wanita  bernama Halimah datang bersama suaminya.  Ia baru saja dikaruniai seorang bayi laki-laki yang mereka rawat sendiri. Halimah menuturkan :
Tahun ini musim kemarau, kami tidak mempunyai apa-apa. aku berangkat mengendarai keledai betinaku yang kurus dan juga membawa seekor unta betina tua yang tidak lagi bisa mengeluarkan susu setetespun. Kami terbangun setiap malam oleh tangis kelaparan anak kami, karena susuku tidak cukup membuatnya kenyang. Keledaiku begitu lemah dan kurus sehingga aku sering ketinggalan rombongan di perjalanan.
Halimah menceritakan keadaannya setelah mengambil Muhammad sebagai anak asuhannya. "Tak lama setelah kudekap ia kedadaku, tiba-tiba payudaraku penuh air susu untuk menyusuinya. Ia meminumnya sampai kenyang, dan saudara angkatnyapun (anak kandung Halimah) demikian juga. Setelah itu mereka tertidur nyenyak. Suamiku mendekati unta betina tua kami dan, astaga ! susunya penuh ! Iapun meminumnya dan aku juga turut minum hingga begitu kekenyangan. Kami menjalani malam yang begitu menyenangkan. "  Dipagi harinya suamiku berkata, "demi Tuhan, Halimah, engkau telah mengambil makhluk yang diberkahi Tuhan !" 
Kami bersiap-siap untuk berangkat pulang, dan aku kembali menaiki keledaiku sambil menggendong Muhammad. Keledaiku berjalan dengan cepat menyalip rombongan yang lain; tak seorangpun dari keledai mereka yang dapat menyamai langkahnya. "Hebat sekali kalian !" kata mereka. "Tunggulah kami ! Bukankah keledai yang kau tunggangi itu sama dengan keledai yang kemarin kalian naiki saat berangkat kemari ?" "Suatu mukjizat telah datang kepadanya", komentar mereka.
Halimah melanjutkan ceritanya :
Kami sampai di tempat tinggal kami, dan aku tahu bahwa tak ada tempat lain yang lebih gersang kecuali tempat ini. Namun setelah kami datang membawa bayi Muhammad untuk tinggal bersama kami, domba-domba kami pulang setiap petang dengan air susunya yang penuh. Kami memerahnya dan meminumnya, sementara yang lain tak dapat menghasilkan susu sedikitpun, hingga para tetangga kami berkata kepada penggembalanya, "Gembalakan kambing-kambing kami di dekat kambing-kambing mereka merumput." Meskipun hal itu telah dilakukan, ternak mereka tetap pulang dalam keadaan lapar dan tidak menghasilkan susu, sementara kambing-kambing kami tampak sehat dengan air susu yang cukup. Dan kami tidak pernah berhenti mensyukuri nikmat dari Tuhan ini, hingga Muhammad berusia dua tahun dan akupun menyapihnya.

41. Al-Hasib - Maha Mencukupi


41. "Ya Hasiib!" Untuk memperteguhkan kedudukan yang telah kita jawat, amalkan zikir ini sebanyak 777 x sebelum matahari terbit & selepas solat Maghrib, InsyaAllah akan meneguhkan kedudukan kita tanpa sebarang gangguan.

AL HASIIBU             Ertinya Yang Menghisab atau Menghitung.
KHASIATNYA:         Untuk menguatkan jabatan atau pekerjaan yang dipegangnya apabila dibaca setiap selesai sembahyang Subuh atau sebelum terbit matahari dan petang (sesudah sembahyang Maghrib), Insyaallah akan dijaga kedudukannya/jabatannya atau pekerjaannya. Bacalah sebanyak 777 kali.



Saturday, July 14, 2012

Sejarah Hidup Nabi Muhamad 5



Tanda-tanda kenabian ( lanjutan sebelumnya )
Abdul Mutalib menuntun puteranya Abdullah menuju tempat pengorbanan, seolah-olah tak mau berpikir panjang lagi. Dia tidak memperhitungkan pendapat istrinya, Fathimah ibu Abdullah dan juga pendapat kerabat dekat lainnya.
Beberapa saat setelah pengundian dilakukan, orang-orang telah berkumpul di halaman Ka'bah. Ketika Abdul Mutalib dan Abdullah muncul diambang pintu dengan wajah pucat pasi, terdengar suara riuh dari kaum Makhzum (keluarga besar Fathimah ibu Abdullah) setelah menyadari bahwa anak dari saudara mereka akan dikorbankan. "Untuk apa pisau itu?" tanya seseorang diantara mereka, meskipun mereka telah mengetahui jawabannya. Abdul Mutalib mulai menjelaskan nazarnya, namun segera dipotong oleh Mughirah, kepala suku Makhzum. "Jangan korbankan dia, kita akan mencari gantinya, walaupun penggantinya adalah seluruh kekayaan Makhzum." Pada saat itu saudara-saudara Abdullah sudah keluar dari Ka'bah. Tadinya tak seorangpun dari mereka angkat bicara, namun kini mereka memohon kepada ayahnya agar Abdullah dibiarkan hidup dan diganti dengan persembahan lain. Tak seorangpun dari orang yang hadir disitu yang berbeda pendapat dan Abdul Mutalib terus dibujuk agar membiarkan anaknya hidup, tapi ia masih ragu. Akhirnya ia setuju untuk mengkonsultasikan masalah ini kepada seorang wanita bijak di Yatsrib (Madinah) agar dapat memberikan saran apakah persembahan lain dapat menggantikan puteranya.
Bersama Abdullah dan dua putera lainnya, Abdul Mutalib pergi ke negeri kelahirannya itu untuk menemui wanita bijak itu. Pada saat berjumpa dengannya, wanita itu bertanya, Binatang apa yang kalian pelihara?" Mereka menjawab bahwa ada sepuluh ekor unta. "Kembalilah kekotamu," pesannya, "dan tempatkanlah anak lelakimu dan sepuluh ekor unta itu secara berdampingan, lalu undilah mereka. Jika anak panah terjatuh di depan anak lelakimu, tambahkan sepuluh unta lagi dan undi kembali; begitu seterusnya hingga Tuhan menerima unta-unta itu dan anak panahnya jatuh ke arah mereka. Dan, korbankanlah unta-unta itu, sementara biarkanlah anakmu hidup."
Maka bergegaslah mereka kembali ke Mekah dan dengan khikmat membawa Abdullah dan sepuluh unta ke halaman Ka'bah dan pengundianpun dilakukan. Pada undian pertama anak panah terjatuh di depan Abdullah, maka sepuluh ekor unta lagi ditambahkan, dan pengundian kembali dilakukan, namun demikian seterusnya hingga setelah mencapai seratus ekor unta, barulah anak panah itu jatuh didepan unta-unta itu. Kendati demikian, Abdul Mutalib adalah orang yang sangat berhati-hati, baginya sebuah anak panah belum cukup membuktikan untuk mengambil keputusan penting. Karena itu, ia meminta mereka mengulang pengundian hingga tiga kali pelepasan anak panah. Dan, ternyata anak panah tetap jatuh di depan unta-unta itu. Hal inilah yang meyakinkan Abdul Mutalib bahwa Tuhan telah menerima penebusannya, dan unta-unta itu pun disembelih sebagai kurban.
Hikmah dari kisah ini adalah bahwa Tuhan sungguh tidak kejam, Dia mengutuk manusia yang membunuh manusia lainnya tanpa alasan yang dibenarkan. Dialah Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang kepada hamba-Nya. Kisah yang sama terulang dalam dalam kisah haji dimana perintah penyembelihan Ismail yang kemudian digantikan dengan seekor domba besar sebagai kurban.
Maha suci Allah yang skenarionya demikian jelas bahwa kelahiran nabi Muhammad telah dirancang sejak alam ruh (nur Muhammad), kemudian dalam kisah Abdullah yang demikian jelas menggambarkan rencana Allah atas kelahiran Nabi Akhir jaman. Dan juga nanti terbukti ketika kedua anak lelaki Rasulullah meninggal diusia anak-anak. Ulama meyakini bahwa hal ini untuk menghindarkan tradisi "pimpinan turun temurun."
Wallahu alam