Inilah migrasi (hijrah) pertama dalam Islam, karena kaum muslimin sudah tidak tahan lagi dengan penindasan yang dilakukan oleh kaum Quraisy Mekah..
Gangguan terhadap kaum muslimin semakin menjadi-jadi, sampai-sampai ada yang dibunuh, disiksa dan semacamnya. Muhammad kemudian menyarankan supaya mereka berhijrah ke Abisinia yang rakyatnya menganut agama Kristen. "Tempat itu diperintah seorang raja dan tak ada orang yang di aniaya disitu. Itu bumi jujur; sampai nanti Allah membukakan jalan buat kita semua." akhirnya kaum muslimin berangkat secara rahasia dan dilakukan per kelompok kecil sehingga tidak diketahui oleh Quraisy. Mereka semuanya berjumlah sekitar 80 orang. Puteri Nabi, Ruqayyah (isteri Ustman bin Afan) juga termasuk dalam rombongan tersebut. Kehadirannya menjadi sumber kekuatan bagi masyarakat di pengasingan itu. Dan Nabi memilih Ja'far untuk menjadi pemimpin bagi masyarakat di pengasingan itu
Quraisy tidak membiarkan mereka tenang menetap disana. Quraisy menyiapkan seuatu rencana dengan menyogok semua jenderal Negus, seraya mengatakan, "Beberapa pria dan wanita bodoh dari kaum kami telah melarikan diri ke kerajaan ini. Mereka telah meninggalkan agama mereka sendiri bukan untuk memeluk agama anda, melainkan untuk agama yang mereka ciptakan. Kami diutus kepada raja anda agar beliau berkenan memulangkan mereka." Para jenderal yang telah disogok itu membujuk raja Negus agar memulangkan kaum muslimin itu kembali ke negaranya. Namun, Negus tidak berkenan, "Tidak! Demi Tuhan, mereka tidak boleh dihianati - mereka telah meminta suaka perlindunganku dan menjadikan negeriku sebagai tempat tinggal, serta telah memilihku dari yang lainnya!
Negus berkata kepada rombongan muslimin, "Agama apa gerangan yang menyebabkan kalian berpisah dari kaum kalian?" Ja'far menjawab, "Paduka Raja! Dulu, kami masyarakat bodoh, menyembah berhala, bangkaipun kami makan, segala kejahatan kami lakukan, yang kuat menindas yang lemah. Begitulah kami, sampai Allah mengutus seorang Rasul dari kalangan kami, seseorang yang kami ketahui garis keturunannya, juga kejujuran, integritas dan penghargaannya terhadap kebenaran. Ia mengajak kami kepada Allah, bersaksi akan keesaan-Nya. Ia memerintahkan kami untuk berkata benar, memenuhi janji, menghormati hak-hak orang lain. Ia melarang kami melakukan kejahatan dan pertumpahan darah. Karena alasan ini, kaum kami menentang dan menyiksa kami agar murtad dari agama kami, serta kembali menyembah berhala. Karena itu pulalah, kami datang ke negeri Tuan, memilih anda dari yang lain. Dan, kami puas dengan perlindungan anda. Harapan kami, wahai Raja, disini bersama anda, kami tidak akan diperlakukan sewenang-wenang. "
Negus kemudian bertanya apakah ada wahyu Ilahi yang dibawa Nabi mereka.. Ketika Ja'far mengiyakan, Negus berkata, "Bacakanlah kepadaku!" Segera Ja'far membacakan sebagian dari surah Maryam yang baru diturunkan tidak lama sebelum keberangkatan mereka :
Jibril berkata: "Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk
memberimu seorang anak laki-laki yang suci." Maryam berkata: " Bagaimana akan ada
bagiku seorang anak, sedang tidak pernah seorang manusiapun menyentuhku dan aku
bukan pula seorang pezina!" Jibril berkata: "Demikianlah Tuhanmu berfirman: "Hal itu
mudah bagi-Ku, dan agar dapat Kami menjadikannya suatu tanda bagi manusia dan
sebagai rahmat dari Kami."
Negus menangis, begitu pula para pendetanya, saat mereka mendengar ayat itu dibacakan. Negus berkata, "Ini benar-benar berasal dari sumber yang sama seperti yang dibawa oleh Yesus." Kemudian ia berkata kepada para utusan Quraisy, "Engkau boleh pergi! Karena demi Tuhan, aku tidak akan menyerahkan mereka kepadamu; mereka tidak boleh dikhianati."
Ketika utusan itu kembali ke Mekah dan melaporkan kegagalan misi mereka itu, pihak Quraisy merasa cemas dan jengkal. Mereka segera meningkatkan tekanan dan siksaan terhadap kaum mukmin, di bawah arahan Abu Jahl dan keponakannya Umar, orang yang paling keras dan paling patuh menjalankan instruksinya. Saat itu Umar berusai 26 tahun, pemuda keras kepala, tidak mudah gentar dan sangat tegas.
Ekspresi kemurkaan yang tampak diwajah Umar membuat Nu'aym, yang telah memeluk Islam secara diam-diam, bertanya kemana Umar hendak pergi, "Aku akan menemui Muhammad, membalas dendam karena dia telah memecah belah Quraisy menjadi dua golongan, dan aku akan membunuhnya, " kata Umar.

No comments:
Post a Comment