Sunday, September 30, 2012

Sejarah Hidup Nabi Muhamad s.a.w. 8




Tanda-tanda kenabian (lanjutan)
Para pemuka Quraisy telah menantang Nabi Muhammad agar menunjukkan tanda-tanda, seperti turunnya malaikat untuk mengukuhkan kenabiannya dan naiknya beliau ke langit.
Pada suatu ketika,tepat di malam bulan purnama, seorang kafir meminta agar Nabi Muhammad membelah bulan menjadi dua, sebagai bukti bahwa dirinya benar-benar utusan Allah. Ada banyak orang lain yang juga hadir disitu, termasuk kaum beriman dan mereka yang masih ragu-ragu keimanannya. Ketika permintaan itu dikabulkan, semua mata memandang bulan. Mereka amat terpana melihat bulan terbelah menjadi dua, satu sama lain saling menjauh hingga masing-masing saling mamancarkan sinarnya di dua sisi bukit. "Kalian telah menyaksikan, " kata Nabi. Namun orang-orang yang mengajukan permintaan itu menolak mukjizat ini dan menganggap Nabi hanyalah tukang sihir, dengan menuduh beliau telah melemparkan ajian sihir kepada mereka. Sebaliknya kaum mukmin, bergembira, dan beberapa orang yang semula ragu-ragu akhirnya masuk Islam.
Pemenuhan yang segera dan memuaskan atas tantangan ini hanyalah sebuah pengecualian. Tanda-tanda lain yang diminta orang Quraisy memang telah diberikan, namun dalam bentuk  tidak persis seperti yang mereka minta, dan tidak dalam waktu yang mereka tentukan, melainkan sesuai dengan kehendak Allah. Ada juga beberapa mukjizat yang lebih kecil dan hanya disaksikan oleh kaum mukmin. Namun, mukjizat-mukjizat itu bukanlah hal yang utama, karena Al-Quran yang diwahyukan itulah mukjizat utama dari Allah, sebagaimana Yesus menjadi mukjizat utama ajaran sebelumnya. Menurut Al-Quran, Yesus adalah utusan Allah sekaligus firman-Nya yang disampaikan kepada Maryam, dan tiupan dari roh-Nya.
"Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, Isa putera Maryam itu adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan kalimat-Nya) yang disampaikan- Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul- Nya dan janganlah kamu mengatakan : "Tuhan itu) tiga", berhentilah dari ucapan itu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa."  (QS.4:171)
Kalau sebelumnya "firman Tuhan dalam bentuk manusia," maka kini secara kiasan, kehadiran Tuhan di dunia ini melalui "firman dalam bentuk Kitab" yang menjelaskan Islam sebagai agama yang sesungguhnya.
Ketika orang Quraisy meminta mukjizat, tanggapan utama Al Quran adalah menunjuk kepada sesuatu yang selalu berada di hadapan mereka tanpa mereka sadari keajaibannya seperti tersebut dalam QS.88:17-20) :
   Apakah mereka tidak memperhatikan unta, bagaimana dia diciptakan?
   Dan langit, bagaimana ia ditinggikan? Dan gunung-gunung, bagaimana ia di tegakkan?
   Dan bumi, bagaimana ia dihamparkan?
  

No comments:

Post a Comment