Saturday, October 13, 2012

Sejarah Hidup Nabi Muhamad s.a.w. 9



Pernikahan
Cara-cara orang mengejar harta dengan serakah karena hendak memenuhi hawa nafsunya sama sekali tidak pernah dikenal Muhammad selama hidupnya. Kenikmatan jiwa yang paling besar ialah merasakan adanya keindahan alam ini dan mengajak orang merenungkannya. Suatu kenikmatan besar yang hanya sedikit saja dikenal orang. Kenikmatan yang dirasakan Muhammad sejak masa pertumbuhannya yaitu mengajak orang hidup tidak hanya mementingkan dunia. Ini dimulai sejak kematian ibunya, kemudian kematian kekeknya. Kenikmatan demikian tidak memerlukan harta kekayaan yang besar, tetapi memerlukan suatu kekayaan jiwa yang kuat, sehingga seseorang dapat mengetahui bagaimana memelihara diri dan menyesuaikannya dengan kehidupan batin. Muhammad hanya makan bila merasa lapar, dan berhenti makan sebelum kenyang, dan ia minta supaya orang bisa bergembira menghadapi penderitaan hidup.
Muhammad kini telah melewati usianya yang kedua puluh.Seiring dengan berlalunya waktu, ia sering diajak kerabatnya melakukan perjalanan dagang ke luar kota. Akhirnya tiba saat Muhammad diminta membawa dagangan orang lain. Kesuksesanya dalam menunaikan tugas ini membuahkan banyak penawaran serupa lainnya, sehingga ia memperoleh penghasilan yang lebih baik, dan pernikahan menjadi sesuatu yang mungkin dilakukan.
Khadijah adalah seorang wanita pedagang yang kaya dan dihormati di seantero Mekah. Sejak kematian suami keduanya dia mengangkat orang untuk mendagangkan hartanya. Kini Muhammad telah dikenal di penjuru Mekah sebagai al-Amin, orang terpercaya, yang dapat diandalkan, jujur. Pada suatu hari Khadijah meminta Muhammad untuk membawakan barang dagangannya ke Syria dengan bayaran dua kali lebih besar dari bayaran tertinggi yang pernah diberikan kepada orang Quraisy. Seorang pembantu Khadijah yang ikut menemani Muhammad berdagang ke Syria menceritakan pengalaman perjalanannya dengan Muhammad. Ia seringkali mengalami bagaimana panas terik, namun anehnya tak terasa menyengat. Satu hari saat menjelang siang, tampak suatu pemandangan yang singkat namun jelas, ada dua malaikat melindungi Muhammad dari sengatan panas matahari.
Kahadijah duduk mendengarkan Muhammad, ketika ia menceritakan perjalanan dan transaksi yang dilakukan. Ternyata transaksi itu sangat menguntungkan. Namun, hal itu jauh dari benak Khadijah. Seluruh perhatiannya terpusat pada si pembicara itu sendiri. Muhammad berusia 25 tahun. Ia memiliki postur tubuh sedang, ramping, dengan bentuk kepala yang besar, punggung yang lebar dan anggota tubuh lainnya sangat proporsional. Rambut dan janggutnya hitam lebat, tidak lurus dan tidak terlampau ikal. Rambutnya mencapai pertengahan antara daun telinga dan punggungnya. Panjang janggutnya sesuai. Ia memiliki dahi yang lebar. Matanya berbentuk oval lebar. Bulu matanya panjang. Alis matanya lebat tampak melengkung namun tidak bertaut. Hidungnya mancung, mulutnya lebar dan indah bentuknya. Ketampanannya senantiasa tampak. Ia tidak pernah membiarkan kumisnya tumbuh lebat diatas bibirnya. Kulitnya putih agak kecoklatan karena sinar matahari. Yang menambah ketampanannya adalah cahaya yang memancar di wajahnya, pancaran ini terutama tampak pada dahinya yang lebar dan pada matanya yang jernih.
Khadijah sadar bahwa ia sendiri pun masih cantik, namun ia lebih tua lima belas tahun. Maukah Muhammad menkah dengannya?
Begitu Muhammad pergi, Khadijah berkonsultasi dengan temannya, Nufaysah. Nufaysah menawarkan diri untuk mendekati Muhammad, dan jika perlu mengatur pernikahan mereka berdua. Kemudian Nufaysah menceritakan tentang ketertarikan Khadijah dan menanyakan kesediaan Muhammad menikah dengan Khadijah. Setelah pihak Muhammad menyatakan kesediannya maka  ia segera menyampaikan berita gembira tersebut kepada Khadijah.
Khadijah menyuruh Nufaysah memangil Muhammad agar datang kepadanya. Setelah ia datang, Khadijah berkata, "Aku mencintaimu karena kebaikanmu padaku, juga karena engkau selalu terlibat dalam segala urusan di tengah masyarakat, tanpa menjadi partisan. Aku menyukaimu karena engkau dapat diandalkan, juga karena keluhuran budi dan kejujuran perkataanmu. " Kemudian Khadijah menawarkan dirinya untuk dinikahi. Merekapun sepakat agar masing-masing berbicara kepada keluarganya. Dari pihak Muhammad diutuslah Hamzah sebagai wakil keluarga untuk melamar Khadijah. Kesepakan dicapai di antara mereka bahwa Muhammad harus memberinya mahar dua puluh ekor unta betina.

No comments:

Post a Comment